Jurnal Asam Sitrat Pdf Download

Jurnal Asam Sitrat Pdf Download 9,5/10 7065 reviews

Aurora 3d presentation full keygen serial crack idm. SEMINAR REKAYASA KIMIA DAN PROSES, 4-5 Agustus 2010 ISSN: 1411-4216 EKSTRAKSI ASAM SITRAT DAN ASAM OKSALAT: PENGARUH KONSENTRASI SOLUT TERHADAP KOEFISIEN DISTRIBUSI Mega Kasmiyatun Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Untag Semarang. Pawiyatan Luhur, Bendan Dhuwur, Semarang, phone () Abstract Generally, liquid waste of citric acid industry containing a highly citric acid, oxalic acid, due to precipitation process of calcium citrate less completely. Liquid-liquid extraction process is this one alternative that used to recover citric acid and oxalic acid, either in the product separation process from the fermentor or the treatment of its liquid waste.

This investigation has carried out the study of the extraction of citric acid and oxalic acid used trioctyl-amine as extracting power with dodecane and hexanol as solvents. The ratio of them is 15: 70: 15, respectively. Extraction in various solute concentrations used a separating funnel that it was shaked with using an automatic shaker, which adjusted on specific velocity during 2,5 hours. The rafinate and extract were separated by separating funnel, then they were analyzed both concentration of citric acid and oxalic acid using a high performance liquid chromatography (HPLC). The results of the research show that the more solute concentration in the diluent, more both the percent of separation and distribution coeffisient, either cytric acid or oxalic acid extractions. The value of the distribution coefficient and percent of separation resulted from citric acid extraction are 6,16 and 93,90%, at the solvent and diluent ratio of 2,5: 1, whereas oxalic acid gave values of 22,20 and 97,49%, respectively, at the solvent and dilue nt ratio of 2: 1.

Asam

Key-words: extraction, citric acid, distribution coefficient, oxalic acid, trioctyl amine. Abstrak Limbah cair pabrik asam sitrat pada umumnya mengandung asam sitrat, asam oksalat, cukup tinggi akibat proses pengendapan calsium sitrat yang kurang sempurna. Proses ekstraksi cair-cair adalah salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk pengambilan kembali asam sitrat dan asam oksalat, baik pada proses pemisahan produk yang keluar dari fermentor maupun pada proses pengolahan limbah cairnya. Pada penelitian ini telah dilakukan pengkajian tentang ekstraksi asam sitrat dan asam oksalat dengan menggunakan trioctylamine sebagai extracting power dengan pelarut dodecane dan hexanol, dengan perbandingan berat 15: 70: 15.

Jan 28, 2018 - Fermentasi Asam Sitrat. BAB I Industrri - Free download as Word Doc (.doc /.docx), PDF File (.pdf), Text File (.txt) or read online for free.

Ekstraksi pada berbagai konsentrasi solut dilakukan pada corong pemisah, yang penggojokannya dilakukan dengan bantuan automatic shaker yang di set pada kecepatan tertentu selama 2,5 jam. Rafinat dan ekstrak dipisahkan dengan corong pemisah, selanjutnya dianalisis kadar asam sitrat maupun asam oksalat dengan menggunakan HPLC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makin besar konsentrasi solute dalam diluen, makin besar koefisien distribusi dan persentase pemisahan baik untuk ekstraksi asam sitrat maupun asam oksalat. Pada ekstraksi asam sitrat menghasilkan koefisien distribusi dan persentase pemisahan yang terbesar berturut-turut 6,16 dan 93,90% pada perbandingan solven dan diluen 2,5: 1 sedang untuk ekstraksi asam oksalat sebesar 22,20 dan 97,49% pada perbandingan solven dan diluen 2: 1. Kata kunci: ekstraksi, asam sitrat, koefisien distribusi, asam oksalat, troctylamine.

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG C-08- 1 SEMINAR REKAYASA KIMIA DAN PROSES, 4-5 Agustus 2010 ISSN: 1411-4216 1. PENDAHULUAN Perkembangan agroindustri di Indonesia maupun negara-negara dikawasan Asia berlangsung cukup pesat, karena kawasan ini merupakan negara agraris yang kaya dengan aneka ragam tumbuhan hayati sebagai sumber bahan bakunya. Hampir semua agroindustri menghasilkan limbah cukup besar yang mengandung berbagai senyawa, di mana limbahnya seringkali dibuang langsung ke perairan sehingga mengakibatkan pencemaran.

Salah satu contoh industri agro adalah industri asam sitrat yang menggunakan bahan baku tapioka, dimana melalui proses fermentasi akan dihasilkan asam sitrat sebagai produk utama, dan asam oksalat sebagai produk ikutan akibat reaksi samping yang terjadi. Proses fermentasi menghasilkan produk keluar fermentor mengandung 14% asam sitrat, yang selanjutnya dipisahkan asam oksalatnya dengan cara diendapkan sebagai calsium sitrat sebelum dikonversi kembali menjadi asam sitrat. Akibat proses pengendapan yang kurang sempurna maka akan dihasilkan limbah yang mengandung asam sitrat, asam oksalat, COD, dan BOD cukup tinggi, yang pengolahan limbahnya lazim menggunakan cara biologi. Proses ekstraksi cair-cair adalah salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk pengambilan kembali asam sitrat dan asam oksalat pada industri asam sitrat baik pada proses pemisahan produk yang keluar dari fermentor maupun pada proses pengolahan limbah cairnya. Untuk mengetahui apakah proses ekstraksi lebih layak dibanding proses yang sudah dipakai selama ini, maka diperlukan pengkajian yang lebih mendalam. Pengkajian tersebut meliputi pemilihan solven yang sesuai, studi parameter-parameter ekstraksi yang berguna untuk perancangan peralatan ekstraksi maupun analisis ekonominya.